Showing posts with label Corat Coret. Show all posts
Showing posts with label Corat Coret. Show all posts

Wednesday, March 04, 2009

Kacau

1 + 1 = komplikasi akan artikulasi dari kehidupan yang penuh dengan chaos.....
Teori chaos, 0,000000000001 itu adalah berarti.

Tidak ada yg pasti dalam hidup ini teman, ketika kita mengucapkan arti kehidupan dengan sikap dan prilaku kita, dan menetapkan, bahwa apa yang pernah kita lakukan, dan kita lakukan lagi akan mendapatkan hasil yang sama. Itu = salah.

Sekali lagi, bahkan 0,000000000001 pun berpengaruh sangat besar. Sehingga kita tidak selalu bisa menganggap bahwa pilihan A akan selalu menghasilkan B. Selalu ada chaos dalam setiap pilihan yang kita ambil.

Makanya, selalu saya merasa marah, jika ada seseorang yang selalu memandang hidup secara logika dan bahwa hidup harus bisa dijelaskan dengan logika dan masa depan akan terlihat dengan logika pula.

Apa yang kita inginkan, harapkan dan impikan? yang pasti, jalani ajah dah, komplikasi akan sebuah langkah akan selalu terasa. Kesinergian antara hidup, chaos, dan artikulasi kita ketika kita bicara tentang filsuf kita akan hidup menjadi sebuah pertanyaan, akankah bisa di capai?

Kita memiliki pengalaman akan kehidupan, cara pandang kita akan kehidupan dan pendapat kita akan kehidupan. Semua dari kita adalah filsuf amatir, namun sedikit dari kita, bahwa 99,99% rasa pasti yang kita dapatkan dari pengalaman dan pengamatan kita itu masih kurang 0,01%. Dan ini, kawan, sangatlah berarti, dan bisa mengubah hasil akhir dari langkah kita.

Karenanya 1 + 1 = komplikasi........... karena kita akan selalu bertabrakan antara kepentingan, harapan dan impian. Baik kita dan orang lain.

-----------------------------------------------------------------------------------------
Kliatannya sayah dah mulai kurang fokus deh, nulis juga gak taw apa yg sayah tulis, lieur, wakakakakakakakaka......

Tuesday, January 27, 2009

Sabar

Tanpa kita sadari, kita seringkali melakukan sebuah hal yang buruk, hal yang sebetulnya bukan sesuatu yang baik. Mengeluh.

Kita selalu berkata, "mengapa", "kenapa", "Aduh", "Kenapa hal ini selalu menimpa saya", "Kenapa dia punya, tapi saya tidak", dkk.

Padahal jawabanya hanya terdiri dari satu kata. Sabar.

Apakah kita akan semakin larut dalam duka yang berkepanjangan dan akan terus merasa gelisah, atau menerima dan menyerahkannya semua kepada Alloh? seraya memendam emosi kita dalam-dalam. Merendam emosi? Cukupkah? Memang tidak, namun ketika kita memendam emosi, kita akan menemukan perasaan tenang dan tentram di hati. Ketika itulah kita memiliki waktu untuk berpikir dengan jernih. Setelah kita berhasil dengan kesabaran kita, bisalah kita mengevaluasi tentang semua yang telah kita alami.

Sabar, hahahaha, sesuatu yang sulit untuk dilakukan, tapi sangat mudah keluar dari mulut mereka yang tidak mengalami sendiri semua hal yang dialami oleh dia yang di uji.

Sabar, kata ajaib.

Sabar, pencapaian yang hebat.

Sabar, dan berdoalah.

Saturday, January 17, 2009

Bumi Sudah Tua .......

Saya masih ingat tentang sebuag kisah, dimana Rasulullah SAW bertemu dengan seorang perempuan tua yang sudah keriput. Yang mana dijelaskan oleh Allah SWT bahwa perempuan itu adalah bumi, tua dan keriput. Dan digambarkan sebagai wanita lagi, rapuh.

Tapi kita dengan sombong dan angkuhnya berjalan di atas bumi dengan gagah dan seolah-olah tidak mau peduli. Padahal di bumi ini banyak sekali hal-hal yang kita alami. Pertemuan, perpisahan, canda, duka, tawa, kita bagi di atas bumi ini. Bumi menyediakan segalanya bagi kita, tapi apa yang kita bagi untuk bumi selain sampah, polusi dan kerusakan?

Umur kita memang tidak lama, paling banter usia manusia sekarang adalah 80 an, tapi anak cucu kita? apa yang akan mereka dapatkan? dongeng? cerita sebelum tidur? tentang bumi yang indah, alam yang hijau permai, sungai yang jernih mengalir bagaikan waktu. Binatang-binatang yang eksotik, indah dan menawan. Semuanya apakah hanya akan jadi cerita belaka?

Cukuplah kita menjadi seorang yang egois, siapapun akan marah jika rumahnya, tempat tinggalnya dikotori orang lain. Dan tampaknya bumi pun sudah mulai marah, dengan Global Warming, bumi memang menjadi panas, bencana alam, perilaku bumi yang sudah tidak bisa di tebak lagi, adalah sebagian kecil tanda.

Mari, kita mulai peduli, karena jika bukan di bumi, di mana lagi kita akan tinggal?

Friday, January 09, 2009

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Guru, ya, sang pahlawan yang katanya tanpa tanda jasa. Walaupun saya sering berpikir, apakah uang, itu berbeda dengan tanda jasa?

Empat tahun saya berprofesi menjadi seorang guru. Susah senang dalam mengajar terasa sebagai sebuah tantangan. Kita harus menjadi seperti kopi, jika ingin menjadi guru yang baik, semakin panas airnya, semakin enak, semakin kompleks masalah yang dihadapi, semakin matang.

Guru honor, dengan honor mengajar 9 kelas, sekitar Rp. 450.000/bulan. Hahahahaha, uang segini bisa dipake apa? Dipake cicilan motor aja langsung ludes. Untung masih ada pemasukan sampingan. Tapi kenapa guru? kenapa dengan mengajar?

Pernah ditawari kerja tetap di salah satu perusahaan daerah, pernah ikutan di perusahaan penyedia barang, bahkan pernah ikutan proyek konstrusi ama temen. Semuanya menjanjikan penghasilan yang besar. Tapi tanpa rasa nyaman. Sedangkan mengajar?

Setiap kali saya mengalami kesulitan keuangan, selalu saja ada jalan keluar. Pernah suatu ketika, saya datang kesekolah tanpa uang sepeserpun, dan saya menunjukkan dompet ke Wawan, "Wan, saya gak punya duit pisan eui, beak." Tapi tak lama berselang, seseorang memanggil bahwa ada sesuatu yang harus ditandatangani, duit. Hahahaha. Pekerjaan ini, guru di SMA Negeri, memang menghasilkan uang yang sedikit, terutama jika dibandingkan dengan guru PNS, yang rata-rata setiap bulannya hampir 2 juta rupiah. Tapi rasa nyaman, rasa senang, rasa aman ini tak bisa digantikan dengan apapun.

Tapi tetap, saya tidak bisa bohong pada diri sendiri, UMR adalah sekitar Rp. 900.000, masa guru yang mendidik penerus bangsa cuman setengahnya? Hahahahaha.

Dengan pikiran seperti itu, maka saya selalu berpikir, apakah guru memang pahlawan tanpa tanda jasa? Mengingat banyak sekali dari kami yang menuntut perbaikan kesejahteraan? Apa kami masih bisa dibilang sebagai pahlawan? ketika kami banyak mengakali banyak hal hanya untuk beberapa lembar rupiah?

Bohong hanya untuk menyelamatkan perut?

Jujur saja, saya tidak pernah menolak ketika ada seorang rekan yang memberikan amplop yang katanya merupakan sisa dari anu. Karena sebagai manusia, well, duit men, butuh. Karena memang, honor dari mengajar amat sangat tidak cukup sekali. Tapi gak masalah, saya mengajar demi rasa aman, nyaman dan tentram di hati. Hanya saja, jika berbarengan dengan itu bisa ada duit, ya kenapa enggak, hahahahaha.

Salam untuk semua guru di luar sana, semoga kesejahteraan dalam hidup, bisa mengalihkan pikiran kita dari hal-hal yang tidak perlu. Sehingga kita, pikiran kita, tenaga kita, jiwa kita bisa seluruhnya diberikan kepada anak didik kita. HIDUP GURU!!!

Thursday, January 08, 2009

LCW DINAMIK4 UPI 2008

Hahaha, ada yang lucu dengan nama kegiatannya, tahun di judul adalah 2008. Dan memang, Lomba Cipta Web ini dimulai di tahun 2008. Tapi toh, pelaksanaan penjurian dan presentasi ada di tahun 2009. Hahahahaha.

Satu minggu penuh, saya nemenin si Ridho buat web untuk lomba, sambil memberi masukan, dan well, bukan bermaksud curang ato lainnya, tapi dasar ato fondasi web, saya bantu buat. Tapi sisanya, si Ridho yang sudah berusaha keras, dia mengambangkan sebuah petak tanah yang datar, menjadi sebuah rumah yang layak huni. Lumayan lah, menambah ilmu kami berdua.

Setiap hari ke sekolah, walopun libur, tapi terbayar. Web kelar, dan ilmu banyak didapat. Sekaligus berusaha untuk menyibukkan diri. Dari pada di rumah, mikir yang enggak-enggak, dan berbuat yang enggak-enggak, hehe.

Gak kerasa, udah tanggal 9 Januari lagi, tinggal beberapa hari lagi sekolah dimulai, kesibukan baru, semester baru, masalah baru, kenangan baru, harapan baru. Seolah-olah, tahun baru ini membuat segalanya menjadi baru buat saya.

Well, mungkin memang harus seperti itu. Di 1430 H ini saya harus bisa membuat sebuah gebrakan baru, menata lagi apa yang sudah hancur dan rusak, walopun tidak bisa sempurna. Karena, well. Jatuh tidak akan membunuh kita, hanya akan membuat luka, luka yang membuat kita tidak bisa berjalan seperti dulu lagi, begitu kata orang.

Di tahun ini pun target baru sudah dicanangkan. Saya akan terus berusaha n berdoa, dan mudah-mudahan, BOS yang di atas sana, setuju dengan cita-cita n permohonan saya. Amiin.

Kembali ke masalah web, hehehe, menyimpang jauh nih. Web untuk dilombakan kelar, versi 3/4 final, hahahahaha, kenapa? karena masih ada bug. Bug yang fatal, kalo boleh ditambahkan, dan tidak diperbaiki hanya karena, well, saya bilang itu tidak perlu. Nanti saja, kalo webnya digunakan sebagai web ekskul anak-anak IT di SMAN 15 Bandung.

Alamat webnya, saya kasih tau ...... http://lomba.ahmedridho.co.cc.

Yah, semoga bisa menang. Amiiiiiiiinnnnnn.........

Monday, November 03, 2008

Bangsa Ini Bukan Bangsat...

Judul yang aneh, gak tau kenapa pengen buat judul kayak gitu. Apa karena pengalaman en keadaan bangsa ini sekarang?saya gak taw. Yang penting, tetep, bahwa saya gak mau ini bangsa disebut bangsat.

Perubahan emang banyak terjadi di bangsa ini. Generasi mudanya yang semakin kacau beliau, cardas, pintar, jenius, tapi seakan semakin kurang hormat kepada yang tua. Korupsi, geng motor, pornografi yang didebatkan, dkk. Bangsa ini bukan bangsat, saya sangat setuju, tapi mungkin kurang mau berfikir dan berusaha kali ya?

Dan mungkin bangsa ini bukannya tidak bisa bangkit dan berjuang (halah!!!) tapi lebih cenderung tidak mau, apa karena ada hal lain yang lebih kuat ato emang bangsa ini sudah terserang gejala malas dan tidak peduli dengan keadaan. Hanya sekedar menerima, dan ikut sajalah, yang penting bisa idup aman.

Pornografi dimasukkan ke dalam undang-undang yang aneh. DILARANG, tapi unsur yang membuatnya (sistem ekonomi kapitalis) masih memproduksi, n hebatnya bisa masuk ke negeri ini. UU ITE di sahkan, beberapa UU ato PP yang lain di buat. Apakah bangsa ini memqang sudah jadi bangsat sehingga harus di buat UU/PP untuk mengatur yang demikian?Mana moral bangsa ini?Tidak kah kita semua seharusnya berfikir kesana?

Sampai-sampai guru dan dunia pendidikan pun sekarang harus dimasuki oleh Kejaksaan dan dibuat PP khusus untuk dunia yang satu ini.

Tapi tetep, bangsa ini bukan bangsat, hanya saja, mungkin, kurang mau berfikir dan berusaha, karena sesungguhnya, kita mampu.

PS:Hanya saja, mampunya gak tau nih, mampu apaan............

Sunday, August 17, 2008

IWAN FALS, SEBUAH ANOMALI ATAU .........

Iwan Fals, dan kenapa judulnya sebuah anomali?

Coba aja ingat-ingat dengan baik, lagu-lagunya bang Iwan yang lama, yang isinya menggambarkan keadaan negeri dan kondisi bangsa, liriknya benar-benar dirasakan sekarang.
Apakah ini merupakan ramalan bang Iwan ataukah memang negeri ini tidak juga berubah.
Terlepas dari pembangunan selama beberapa puluh tahun, tetap saja seperti itu. Ato apa sama dengan sebait lirik dalam begitu banyak lagu Iwan Fals, bahwa pembangunan hanya untuk anjing si tuan folan saja?

Mulai dari lagu seperti Galang Rambu Anarki, Oemar Bakri, Bimbang, Lancar, dkk.

Nyepet tah kabeh lagu. Menggambarkan keadaan yang memang terjadi di negara kita saat ini.

Anomali?
Atau memang Indonesia tidak benar-benar membangun. Atau seperti salah satu dari petuah dari Prabu Siliwangi, ketika beliau hendak pergi dan menyatakan bahwa Pajajaran akan menghilang dari muka bumi.......

"Laju bubuntut salah nu ngatur, panarat pabeulit dina cacadan; da nu ngawalukuna lain jalma tukang tani. Nya karuhan: taraté hépé sawaréh, kembang kapas hapa buahna; buah paré loba nu teu asup kana aseupan……………………….. Da bonganan, nu ngebonna tukang barohong; nu tanina ngan wungkul jangji; nu palinter loba teuing, ngan pinterna kabalinger."

.................................... hmmmmmm,,,,, sejarah memang hebat ya?

Friday, April 04, 2008

UU ITE dan Humornya

DPR RI tanggal 23 Maret yang lalu mengesahkan UU ITE. Yang mau tidak mau mengurangi ruang gerak kita dalam memanfaatkan Internet. Terutama jika kita menggunakan atau memiliki web blog. Tujuan utama mungkin baik, menutup akses seseorang memasuki situs 'dewasa' atau mengurangi hinaan, cercaan, fitnah, dsb dalam tulisan yang dimuat di dalam web/weblog.

Tapi UU ini adalah sesuatu yang patut kita tertawai, kenapa?

Karena UU ini hanya akan membuang-buang uang negara saja.
Mungkin akan di buat badan baru yang mengurus hal ini, biaya.
Mungkin akan ada kampanye mendukung UU ini, biaya.
Mungkin akan ada penyidikan akan sebuah kasus menyangkut hal ini, biaya.
Mungkin akan ada penangkapan akan hal ini, biaya.
Mungkin akan ada persidangan karena hal ini, biaya lagi.
Dsb.

Kenapa buang-buang duit?
Kalo ditangkap, tersangka mau diapain coba?
Disidang? Pasti. dipenjara? Gak mungkin. Kenapa?
Apa buktinya?
Saksi? Gimana nyari saksi pas tersangka lagi ngetik?
Bukti? Mau menggunakan kopian dari tulisan tersangka di Internet? Kurang.
TKP? Dimana coba TKP nya? Internet itu global, kalo server tersangka ada di Rusia gimana? Itu kan bukan di Indonesia. Diluar wilayah hukum Indonesia.
Ekstradisi? Emang Indonesia punya ya?
Waktu kejadian? Gila, masih mending kalo tersangka pake waktu Waktu Indonesia Bagian Barat, Tengah ato Timur, kalo pake waktu Afrika Selatan gimana? Kalo tersangka menulis dengan tanggal yang di seting taun 2100 gimana? Kan artinya, kalo ini adalah sebuah kejahatan, itu adalah kejahatan yang belum terjadi.

Makanya, ini UU cuman ngabisin duit dan waktu saja.

Toh, mau situs bokep, mau nulis kecaman, ancaman, kritik pedas, propaganda, dkk, itu semua kembali ke moral kita. Saya masih ingat akan sebuah kejadian, dimana sebuah situs porno di demo habis-habisan oleh orang tua yang tidak setuju akan situsnya. Dan dijawab dengan sangat mudah, kenapa? kan situsnya ditujukan untuk orang dewasa, dan yang mau saja. soal anak-anak mereka, ya, itu tugas orang tua untuk ngejagain, kalo gak mau buka, ya jangan buka. Nah kan bingung.

Lagi pula adalah Hak Azasi seseorang untuk membuat, melihat dan menikmati situs seperti itu. Dan si Internet pun tidak melarangnya. Lagian, siapa sih yang punya Internet? Hahahaha.

Ya, sekali lagi, ini adalah hati si pengguna Internet.
Kita sebagai pengguna harus tahu apa yang bermanfaat bagi kita dan batasanya seperti apa.

Semua kembali kepada manusianya.


Wednesday, March 19, 2008

Bajakan tapi butuh ...............

Ada sebuah kisah lucu, yang mungkin terasa sedikit keironisannya. Tentang seorang teman saya yang sedang memperbaharui SIM yang ada di sebuah daerah di salah satu propinsi di negara kita tercinta ini. SIM sebuah lembaga kepolisian. Ketika SIM yang ada tidak berfungsi dengan baik, padahal proyek pembangunannya konon sampai milyaran rupiah, temanya teman saya, yang kebetuluan baru diangkat menjadi pejabat di jajaran kepolisian tersebut,
meminta bantuan teman saya untuk memperbaharui (memperbaiki) SIM yang tidak berfungsi dengan baik itu. Dan menurut teman saya, dana yang dikeluarkan untuk perbaikan ini keluar dari saku temannya teman saya itu (si pejabat kepolisian baru tadi). Hanya beberapa puluh juta katanya, hehehe.

Masalah yang lucu terjadi ketika teman saya mengalami hambatan di software untuk sistem, ketika dia meminta, si pejabat kepolisian baru tadi kebingungan, softwarenya mahal (maklum Microsoft), ketika teman saya meminta untuk membeli bajakan, si polisi berkata, gak bisa, karena di kota dia semua software bajakan dilarang, jadi ga ada yang berani jual (kecuali game bajakan katanya). Hahahahahahahaha.

Teman saya tertawa, dan ketika menceritakan hal ini kepada saya dan teman, kami semua tertawa. Salah sendiri melarang software bajakan, ketika tidak mampu beli yang original, padahal butuh.

Bajakan = ilegal = melanggar hukum = ilmu = pendidikan = dibutuhkan.

Kenapa dibutuhkan ?

Masih banyak sekolah di negeri kita yang tercinta ini, boro-boro beli software original, beli komputer saja sudah ngos-ngosan.Sebagai contoh, jika kita menggunakan Sistem Operasi Windows lengkap dengan paket office nya, paling sedikit sekolah harus merogoh saku Rp. 3.000.000 rupiah per komputer. Padahal harga komputer yang digunakan lebih kecil harganya dari pada 3.000.000. Belum lagi untuk aplikasi yang lain, seperti software desain grafis, bahasa pemrograman, dll.

Ok, Microsoft ga masalah, karena bisa dengan amat mudah digantikan, pakai saja LINUX dan Open Office, dan mulai dari SD sampai SMA, kita ajarkan anak bangsa LINUX, jangan Microsoft. Tapi softwarfe yang lain ? Tetap harus bayar.

Pendidikan di negeri kita yang tercinta ini sudah mahal, dan jika ditambah dengan mahalnya media pembelajaran, semakin terbelakanglah kita. Padahal, dunia IT yang berkaitan erat dengan software, amatlah pesat berkembangnya.

Jadi, mau tidak mau, software bajakan masih dibutuhkan, dan kita harus bisa menerima hal ini.

Begitu pula dengan bajakan dalam hal lain. Film dan musik.

Ditengah-tengah kehidupan bangsa ini yang masih semerawut, dimana harga-harga masih melambung tinggi, hiburan bagi kaum kusam (mengambil dari lagunya Iwan Fals) sangatlah mahal. Hiburan murah adalah film dan musik bajakan.

Apa ini akan drenggut pula dari mereka ?
Hiburan mereka ?
Kesenangan mereka ?

Apa hiburan seperti ini hanya boleh dinikmati oleh mereka yang berduit saja ?
Apa ilmu pengetahuan dan teknologi hanya boleh dinikmati oleh mereka yang berduit saja ?


Hahahahahahaha......sebuah pemikiran saja. Tidak lebih, dari fakta yang memang menyedihkan.

Friday, December 07, 2007

Sekolah dan komputer

Hubungan antara komputer dan sekolah pasti ada. Jelas. Tapi yang pasti, apakah peran si komputer dalam sekolah. Apa hanya sebatas alat ketik, kalo gitu sama dengan mesin tik dong, padahal kan lebih mahal. Sebatas mesin multimedia? hanya untuk mendengarkan musik, main gim n nonton pilem ? ( terutama bokep :D )

Padahal komputer bisa lebih dari itu, yang menjadi masalahnya ialah, mau gak si sekolahnya untuk melangkah ke yang lebih dari itu ?

Banyak sekali sekolah yang tetap dengan "cara lama", tidak mau menerima "cara baru". Ato istilah kerenya, Sistem Informasi Manajemen berbasis Sekolah. Padahal keuntungannya buanyuak suekali. Ya gimana tidak ? dengan sebuah sistem informasi yang baik, segalanya bisa jadi lebih efisien, hemat dan efektif. Tapi, well, kenyataanya, tidak semua sekolah mau menerapkan sistem ini, apa mungkin karena jika diterapkan sistem ini semua akan terbuka? informasi akan lebih leluasa keluar, atau mungkin kah ini yang mejadi isu ? transparasi. Apa sekolah masih mau sembunyi2 ? apa kata dunia ??????

Thursday, September 28, 2006

Sekarang <> Dulu

Udah beberepa taun sy tinggalin bangku SMA, dan udah 1 setengah taon sy menemukan kembali keceriaan di balik gedung sekolah. Sebagai pengajar sy sering mengamati apa2 yg terjadi di lingkungan sekolah, khususnya murid2. SMA dulu dan sekarang ...... conflict of interest dan interest in conflict, intensitas, kualitas dan kuantitasnya lebih gede sekarang, apa yang mereka hadapi dan apa yang merek jalani. Anak2 SMA sekarang lebih terbuka ama tantangan, lebih berani tapi juga berani ama guru =( . Mereka sudah bisa beragumen walopun kurang baik. Tapi bisa diharapkan dari mereka masa depan yang cerah.

Mungkin terdengar (terbaca) konyol, tapi ada perasaan senang setiap sy melihat mereka bermain, tertawa dan bercanda. Hiksss inget masa lalu. Masa2 paling indah dalam hidup sy.

Tapi satu hal yang membuat sy sedikit lega, melihat mereka, dengan sistem pendidikan yang bobrok dan gak karuan di negeri ini, sy bisa mempercayakan nasib bangsa ini kepada mereka setelah sy. Sekarang emang tidak akan sama dengan dulu, tapi keceriaan dan semangat mereka tetap sama. Anak bangsa.

Tuesday, September 26, 2006

Begining

Mulai lagi .....

Dulu waktu pertama buat kagak ngerti ini weblog itu untuk apa ? Tapi sekarang sih udah mulai keliatan kegunaannya. Jadi spertinya mulai sekarang bakalan mulai posting yang lumayan rutin deh, serutin yang saya bisa, lol.

Bleh, bingung juga mu ngisi apa buat posting awal .... .... .... ....

Yah pokoknya mah World of Warcraft rules lah.